Aqidah Yang Lurus Harus Di Topang Dengan Akhlak Yang Lurus

AQIDAH YANG LURUS HARUS DI TOPANG DENGAN AKHLAK YANG LURUS

Berkata Imam Ibnul Qoyim al-Jauziyah rahimahullah ta’ala:

Surga itu butuh kunci, kuncinya adalah tauhid, tapi masing-masing pintu memliki gigi kunci yang berbeda, ketahuilah gigi kunci surga itu ibarat shalat, puasa, dzakat, haji, amr ma’ruf dan nahi munkar, berkata jujur dan sopan, silaturrahim, dan berbakti kepada orang tua.

Barangsiapa yang membuat kunci surga di dunia dengan tauhid dan melaksanakan apa yang menjadi pembentuk gigi-giginya, yakni menjalankan perintah dan laranganNya terutama berakhlak mulia kepada sesama, maka ia akan datang pada hari kiamat membawa kunci yang memiliki gigi-gigi yang sempurna, yang dengan kunci tersebut ia akan membuka surga Allah ta’ala.

[al-Wabilu as-Soyib, Ibnul Qoyim al-Jauziyah Hal. 28].

Banyak orang menyangka bahwa akhlak terpuji tidak ada sangkut pautnya dengan tauhid atau aqidah. Sehingga seseorang yang sudah belajar tauhid tidak sedikit pun merasa risih untuk mengeluarkan sumpah serapah, kata-kata kotor, merendahkan dan mengumbar aib saudaranya sesama muslim. Padahal tauhid adalah inti iman dan dalam banyak hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam selalu mengaitkannya dengan adab dan akhlak. Bahkan Allah Azza wa Jalla pun menjadikan amal shalih sebagai bukti keimanan seseorang.

Barangsiapa yang bertauhid kepada Allah ta’ala dan berakhlak mulia kepada sesama, maka ialah pemegang kunci surga yang sesungguhnya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُول اللَّه صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : أَكْمَل الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهمْ خُلُقًا

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu
bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. [HR.Tirmidzy dan yang lain].

Dan barangsiapa yang bertauhid tanpa akhlak maka ibarat kunci tanpa gigi, meski sudah memegang kuncinya, namun dia harus berusaha mengukir-ukir gigi kunci tersebut agar berguna sebagaimana mestinya yakni dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan terutama dalam berakhlak mulia kepada sesama muslim.

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

المسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ , و المهاجِرَ مَنْ هَجَرَ مَا نهَى اللهُ عَنْهُ

Yang disebut dengan muslim sejati adalah orang yang selamat orang muslim lainnya dari lisan dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang berhijrah dari perkara yang dilarang oleh Allah.”  [HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 40]

Jika seseorang telah mempelajari ilmu tauhid tetapi tauhid itu tidak tercermin pada akhlak dan adabnya, bisa jadi software yang dimasukkan salah atau hardwarenya yang ada masalah sehingga harus segera diservice atau diupgrade. Wallahu A’lam.

نسأل الله السلامة والعافية

https://instagram.com/muhaimin_ibnulqomar

https://www.facebook.com/muhaimina1

✍️Muhaimin IbnulQomar. Lc, M.S.I

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *